Gelar Zoom Meeting STIKes Mahardika Pilih Presiden Mahasiswa

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mahardika menggelar pemilihan Presiden Mahasiswa Sabtu, 27 November 2021, ini sebelumnya digelar Musyawarah Besar (Mubes) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Jumat, 26 November 2021. Kegiatan ini digelar lewat zoom meeting dengan dipandu sejumlah pengurus bertempat di Aula Sekar Kemuning STIKes Mahardika.

Ketua Pelaksana Musyawarah Besar dan Komisi Pemilu Raya (KPR) Mira Silviana menjelaskan pembahasan musyawarah besar sendiri terbagi ke dalam 6 agenda sidang pleno, diawali pembukaan mubes, sambutan-sambutan dari perwakilan ketua ormawa, sambutan dari Ketua STIKes Mahardika Hj. Yani Kamasturyani, SKM., MH.Kes.

“Dilanjutkan dengan pembahasan dan penetapan agenda acara, penetapan presidium tetap, tata tertib sidang, pemaparan pelaporan pertanggug jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa,”ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.

Mira mengatakan acara dilanjutkan pada sidang penentu penerimaan/penolakan laporan pertanggungjawaban Badan Eksekutif Mahasiswa, pembahasan dan penetapan AD/ART Badan Eksekutif Mahasiswa, pembahasan GBHO&POK dan ditutup dengan saran-saran untuk ormawa.

“Sudah ada dua kandidat untuk Pemilu Raya yang akan digelar Sabtu 27 November 2021, yaitu pasangan Faras dan Shintia calon Presma dan Wapresma, kemudian ada Roup dan Fifi sebagai calon Presma dan Wapresma,”terangnya.

Kemudian untuk calon Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) sendiri yaitu Fahad dan Devi sebagai Calon Ketua dan Wakil Ketua MPM, Sausan dan Syahrul sebagai Calon Ketua dan Wakil Ketua MPM.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 2020-2021 Tedi Khoirul Rizal mengatakan, satu tahun BEM STIKes Mahardika di bawah kepemimpinannya bekerja untuk melaksanakan program-program yang sudah dirumuskan diawal kepengurusan, meskipun ia mengakui masih ada beberapa yang terkendala sehingga tidak bisa dilaksanakan.

Di masa kepemimpinannya, kata Tedi masih banyak kekurangan, sehingga presiden mahasiswa yang terpilih nanti, diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerja sehingga bisa menjadi ruang belajar bagi mahasiswa kesehatan untuk lebih mengenal dunia birokrasi.

“Kita ada dua divisi dan lima departemen namun memang belum maksimal, presiden mahasiswa kedepan semoga dapat memaksimalkan yang sudah ada, dan juga melakukan terobosan-terobosan baru kedepan,”kata Tedi.

Bagikan: