Kuliah Pakar Client Centered Care in Recovery pada Klien Gangguan Jiwa (Skizofrenia)

Kuliah pakar yang diselenggarakan oleh STIKes Mahardika Cirebon dengan tema “Client Centered Care in Recovery pada Klien Gangguan Jiwa (Skizofrenia)” dengan narasumber Ibu Suryani, SKp.,MHsC.,PhD, beliau merupakan Dosen dan ketua Program Studi Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung.

Stigma yang melekat pada semua orang baik itu keluarga, masyarakat, pemerintah bahkan tenaga kesehatan yang berlangsung turun menurun dalam bentuk anggapan bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa apa-apa, serta sikap penolakan dari masyarakat (denial or rejection) (Eleanor Longden, 2010). Adanya anggapan bahwa gangguan jiwa terutama Skizofrenia merupakan penyakit seumur hidup dan perlu makan obat seumur hidup.

Penyakit gangguan jiwa merupakan sebuah journey of challenge, perjalanan yang penuh tantangan. Mereka sulit untuk langsung sembuh. Butuh proses yang panjang dalam penyembuhannya. Karena itu, butuh pendampingan yang terus menerus sampai pasien benar-benar kuat. Ketika sudah di rumah, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar pun sangat dibutuhkan agar pasien bisa menjalani proses recovery (penyembuhannya).

Pergeseran pandangan lain adalah munculnya kesimpulan bahwa Recovery bukanlah pengobatan, tapi merupakan way of live untuk membuat hidup menjadi lebih berarti (Ralph et al, 2002). Recovery memiliki beberapa karakteristik tertentu seperti yang diungkapkan oleh Bellack (2006) yaitu self direction, individualized and person centered, empowerment, holistik, non linier, strenght based, peer support, respect, responsibility, hope.

Client – centred care merupakan pelayanan keperawatan yang berpusat pada klien. Hal terpenting dalam client-centred care adalah komitmen untuk menemukan kebutuhan pelayanan keperawatan mereka dalam kontek pengalaman mereka selama sakit (Hasnain, et al., 2011; clift, 2012). Pendekatan tersebut merubah pendekatan selama ini yang hanya ke pasien untuk memenuhi kebutuhan terkait tanda dan gejala. Fokus perubahan saat ini terutama pendekatan yang menghargai serta responsif terhadap dunia dalam diri klien secara individual serta pengalaman klien mengenai sesuatu yang sangat bermakna dalam dirinya. Client – centred care diharapkan dapat memperbaiki atau mengurangai dampak buruk klien dengan gangguan mental.

 

[wds id=”18″]

Bagikan: